Home
Statistik Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini9
mod_vvisit_counterKemarin14
mod_vvisit_counterMinggu ini23
mod_vvisit_counterMinggu lalu146
mod_vvisit_counterBulan ini117
mod_vvisit_counterBulan lalu729
mod_vvisit_counterSeluruhnya5584

We have: 3 guests online
IP anda: 38.107.191.95
 , 
Hari ini : 06 Sep, 2010
Kalender 2010
September 2010
MSSRKJS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930 
Hari ini dalam Hijriah
27 Ramadhan 1431 Hijriah
Negara Pengunjung

free counters

Kota Asal Pengunjung

Situs HJMI

Dukung Pembangunan Masjid, Obama Dikecam

New York (ANTARA News) - Kelompok yang mewakili keluarga korban serangan 11 September 2001, Sabtu, mengecam dukungan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Hussein Obama Jr.,pada pembangunan masjid dan pusat Islam di dekat kawasan "Titik Nol" (Ground Zero) New York.

Kelompok yang menamakan diri "9/11 Families for a Safe & Strong America" (Keluarga 9/11 untuk Amerika yang Aman dan Kuat) itu menyebut dukungan Obama tersebut sebagai kabar yang mengejutkan.

Dalam pernyataannya, kelompok ini menuduh Presiden Obama telah memasung AS di tempat dimana "hati Amerika hancur sembilan tahun lalu dan nilai-nilai kebenarannya dipertontonkan kepada semua orang", demikian laporan AFP.

"Kini Presiden ini menyatakan, para korban 9/11 dan keluarganya harus memikul beban lain. Kita mesti diam di tempat terakhir di Amerika dimana 9/11 masih diingat dengan takzim atau dengan resiko disebut sebagai si fanatik agama."

Berbeda dengan sikap kelompok ini, kelompok lain yang juga mewakili keluarga para korban 9/11 justru mendukung rencana pembangunan masjid dan pusat Keislaman di dekat "Ground Zero" itu.

Kelompok yang menamakan diri "September Eleventh Families for Peaceful Tomorrows" (Keluarga 9/11 untuk Hari Esok yang Penuh Damai) menyatakan dukungan kuatnya pada upaya pembangunan masjid dan pusat Islam tersebut.

"Kami yakin, menyambut berdirinya pusat (Keislaman) yang bertujuan mendukung terwujudnya toleransi antaragama dan sikap saling menghormati justru sejalan dengan nilai-nilai fundamental Amerika tentang kebebasan dan keadilan untuk semua," kata kelompok itu dalam pernyataannya Mei lalu.

Dalam serangan kelompok Al Qaida terhadap menara kembar "World Trade Center" New York pada 11 September 2001 itu, sedikitnya tiga ribu orang tewas.

Presiden Obama memberikan dukungannya pada pembangunan masjid dan pusat Islam di dekat lokasi serangan 9/11 New York itu saat menjamu para tokoh Muslim Amerika berbuka puasa hari Jumat.

"Sebagai warga negara, dan sebagai presiden, saya meyakini bahwa umat Muslim juga memiliki hak yang sama untuk melaksanakan ibadah agama mereka seperti orang lain di negara ini," kata Obama.

"Itu termasuk hak untuk membangun tempat peribadatan dan pusat komunitas pada properti swasta di Manhattan sesuai dengan undang-undang setempat dan tata cara yang berlaku."

Proyek pembangunan masjid dan pusat Islam itu direncanakan berlokasi hanya beberapa blok dari titik serangan 11 September 2001.

Dewan Kotapraja New York sendiri telah menyetujui rencana pembangunan gedung Manhattan menjadi sebuah pusat peribadatan Muslim dan tempat bagi pertukaran antar-kebudayaan yang disebut "Cordoba House" itu.

Presiden Obama mengakui rasa sakit dan penderitaan mereka yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai namun dia meminta rakyat Amerika agar "selalu ingat siapa lawan dan apa yang diperjuangkan.

"Semua itu disebabkan oleh Al Qaida, bukan oleh Islam..." katanya.

Menurut Obama, pada kenyataannya, Al Qaida justru telah membunuh lebih banyak warga Muslim daripada para penganut agama lain. Di antara para korban 9/11 ada warga Muslim yang tak berdosa.
(Uu.R013/Z002/P003)

 

Ramadhan Fair Perkokoh Silaturahim Umat Islam

Medan (ANTARA News) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), H. Syamsul Arifin, mengatakan bahwa kegiatan Ramadhan Fair yang digelar pada bulan suci Ramadhan ini tidak hanya sekadar melaksanakan syiar agama, tetapi juga bertujuan untuk memperkokoh hubungan silaturahim umat Islam.

"Melalui pertunjukan Ramadhan Fair ini juga diharapkan akan tercipta suatu kekompakan dan terjalin ukhuwah Islamiyah," kata Syamsul dalam kata sambutannya ketika membuka Ramadhan Fair VII Tahun 2010 di Medan, Sabtu (14/8) malam.

Dengan tejalinnya hubungan kekerabatan yang cukup tinggi bagi umat Islam itu, menurut dia, maka diperlukan saling asah dan saling asuh.Dan pembinaan yang seperti itu jelas sangat diharapkan bagi umat Islam.

Apalagi, katanya, berbuat baik seperti itu, sangat diperlukan pada bulan suci Ramadhan 1431 Hijriyah ini, karena umat Islam juga diajarkan dalam mencari amal dan ibadah yang sebanyak-banyaknya.

"Jadi pada bulan Ramadhan ini, umat Islam tidak hanya melaksanakan ibadah puasa, shalat tetapi juga memberikan bantuan pertolongan bagi warga yang kurang mampu.Ini juga diajarkan dalam ajaran Islam," kata mantan Bupati Langkat itu.

Selanjutnya ia mengatakan, Kota Medan pada bulan Ramadhan ini diharapkan tidak hanya didatangi wisatawan lokal, tetapi juga bagi wisatawan mancanegara.

Oleh karena itu, katanya, Kota Medan yang dipimpin oleh Wali kota Medan Rahudman Harahap harus benar-benar aman, tertib dan bersih.

Kalau kota Medan ini dianggap tidak aman, bagaimana mungkin wisatawan asing mau berkunjung ke daerah itu.Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke suatu daerah dan tentunya dianggap benar-benar aman dan terjamin.

"Saya yakin wali kota Rahudman Harahap akan mampu menciptakan kota Medan menjadi kota metropolitan yang madani dan religius," kata Gubernur.

Wali kota Medan, Rahudman Harahap dalam sambutannnya mengatakan, melalui kegiatan Ramadhan Fair ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga Medan.

Ramadhan Fair ini juga bertujuan untuk memasarkan hasil industri yang dibuat oleh warga, sehingga produk tersebut dapat dikenal dan diminati.

"Melalui Ramadhan Fair ini juga akan membantu ekonomi para pedagang, sehingga usaha mereka dapat lebih maju dan berkembang," kata Rahudman.

Ketua Panitia Ramadhan Fair, Farid Wajdi dalam laporannya mengatakan, Ramadhan Fair itu diisi sekitar 180 anjungan yang terdiri dari kuliner dan menjual minuman, pakaian dan busana muslim.

Selain itu, katanya, Ramadhan Fair ini juga diisi dengan berbagai kegiatan Islami, seperti lomba azan, lomba pukul beduk, lomba pidato, perlombaan melukis kaligrafi, busana muslim, ceramah agama, seminar tentang Islam, hiburan artis lokal, artis ibukota Jakarta dan lainnya.

"Kegiatan Ramadahan Fair dimulai 11 Agustus hingga 9 September 2010," katanya menambahlan.
(ANT/P003)

 

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Survey Hjmi
Info Hjmi anda peroleh melalui ?
 
Sekilas Info Nusantara
Berita Peristiwa Terkini dari ANTARA News
  • BMKG: Perairan Sulbar Aman Untuk Pemudik
    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gelombang laut di Perairan Sulbar aman bagi pelayaran khususnya bagi penumpang yang akan melakukan mudik lebaran 1431 hijriah dengan menggunakan jasa angkutan laut.
  • LMB Karimun Sesalkan Provokasi Menentang Malaysia
    Laskar Melayu Bersatu Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyesalkan aksi provokasi menentang Malaysia yang dilakukan beberapa kelompok massa di tanah air terkait insiden Tanjung Berakit, Bintan 13 Agustus 2010.
  • Gubernur Imbau RSUD Prioritaskan Korban Lebaran
    Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengimbau para medis di rumah sakit umum, Pukesmas atau petugas pada sarana kesehatan lain, agar memprioritaskan penanganan korban Lebaran ketimbang kelengkapan administrasi.
  • Jadikan Ramadhan Daya Dorong Toleransi Bangun NTT Baru
    Bulan suci Ramadhan 1431 Hijriah yang segera akan berakhir kiranya menjadi daya dorong bagi seluruh umat beragama di tanah air, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk semakin memupuk sikap toleransi antarumat beragama.